Monday, June 3, 2013

Fungsi Wind Tunnel Dalam Pengujian Aerodinamika


(Simulasi Pengujian Aerodinamika Pada Wind Tunnel)
Wind Tunnel atau yang dalam istilah indonesianya disebut “terowongan angin”. Fungsi wind tunnel ini yaitu sebagai alat bantu pengujian sifat aerodinamika suatu model benda seperti pesawat terbang, kapal, bangunan dan lain sebagainya. Pengujian dalam wind tunnel ini bisanya dilakukan untuk melengkapi uji komputasi yang sebelumnya dilakukan dengan bantuan bantuan komputer dan beberapa aplikasi software (CATIA, FLUENT, GAMBIT, dll).

Teknik pengerjaan ujicoba aerodinamika tersebut adalah dengan menempatkan sebuah model (yang biasanya jauh lebih kecil dari ukuran asli) di dalam sebuah terowongan yang dialiri udara bergerak yang mengalir searah. Dari situ akan diketahui performa aerodinamika pada titik-titik tertentu dari model tersebut yang pada akhirnya melahirkan sebuah kesimpulan layak atau tidaknya suatu proyek yang akan dibangun.

Kecepatan angin dapat diatur mulai dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi. Arah angin bisa pula diasumsikan berubah-ubah dengan cara mengubah posisi kedudukan model di dalam terowongan angin tersebut.

Konstruksi wind tunnel cukup rumit karena mesti memenuhi kriteria laminer atau bergerak ke arah lurus. Ini dikarenakan pada kenyataannya udaralah yang bergerak (khususnya pada pengujian pesawat, mobil dan kapal).

Kelemahan uji aerodinamika dengan wind tunnel adalah membutuhkan biaya yang lebih mahal serta waktu yang relatif lama. Ini dikarenakan pihak penguji harus membuat model yang sama persis seperti model aslinya, serta harus membuat ulang modelnya apabila pengujian sebelumnya membuktikan bahwa model tersebut tak layak secara aerodinamika.


Dulu ketika penulis masih kuliah di salah satu sekolah tinggi swasta di kota gudeg, penulis bersama rombongan satu bis sempat melakukan kegiatan study tour (belajar sambil wisata) yang salah satunya mengunjungi fasilitas pengujian terowongan angin yang ada di sekitar Jakarta atau Tangerang. Terowongan angin ini ternyata yang paling besar yang ada di Asia Tengara. Ini sangat wajar mengingat negeri Indonesia ini memiliki sebuah pabrik pesawat terbang yang tentunya sangat memerlukannya dalam mengembangkan desain pesawat terbang. Selain pesawat terbang, pengujian dengan terowongan angin juga sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi kapal laut. Hal ini tentunya sangat penting yang salah satunya untuk menguji seberapa kuat kapal tersebut dapat bertahan terhadap terpaan angin dari berbagai sisi dan kecepatan tertentu.


Baca Juga :


No comments:

Post a Comment