Wednesday, July 27, 2016

Mendarat Di Bandara Dewandaru Di Karimunjawa

Bandara Dewandaru (Dewadaru) termasuk dalam kategori bandara perintis yang berada di Kepulauan Karimunjawa, tepatnya ada di Pulau Kemujan, kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kode resmi bandar udara ini yaitu, IATA : KWB dan ICAO : WICM. Bandar udara dengan landas pacu sepanjang 1200 m ini berjarak sekitar 22 km dari pusat kota dengan dihubungkan oleh sebuah jalan aspal yang agak sempit untuk berpapasan 2 mobil.
 
bandara-dewadaru-karimunjawa
Terminal Mungil Bandara Dewadaru
Waktu dulu pernah ada rute penerbangan Semarang – Karimunjawa (bolak balik) dan Karimunjawa ke salah satu kota di Kalimantan dengan menggunakan pesawat CASA 212. Saat ini sudah terdapat penerbangan Semarang-Karimunjawa dan Surabaya-Karimunjawa PP yang dilayani oleh maskapai PT.Airfast Indonesia. Namun masyarakat pada umumnya memilih transportasi Laut baik dengan kapal Fery ataupun kapal Cepat yang biasa berangkat dari Pelabuhan Jepara atau Tanjung emas. Dengan ukuran landas pacu yang saat ini sepanjang 1200 meter sebenarnya sudah bisa didarati oleh jenis pesawat terbang yang lebih besar seperti pesawat Fokker, ATR maupun CN-235. Hanya saja mungkin belum ada maskapai yang siap mengambil rute perintis tersebut.


bandara-dewandaru-karimunjawa
Bandara Dewandaru Tampak Dari Atas
Di bandara dewandaru itu dulu sering ada anak-anak bermain di landas pacu. Maklum saja, selain hanya sebagai bandara perintis yang sangat jarang didarati pesawat, juga masyarakat di sana tergolong sedikit terisolasi (primitif) dengan terbatasnya akses keluar pulau, minimnya listrik dan terbatasnya alat dan sarana transportasi. Namun begitu, bagi traveller yang suka keindahan dan ketenangan, maka keindahan alam (terutama pantai) di kepulauan Karimunjawa ini sangat menawan dan menarik hati untuk dieksplorasi.

Mitos Pohon Dewandaru di Karimunjawa

Bandar udara Dewandaru diambil dari nama pohon yang tumbuh di pulau tersebut, yaitu pohon dewandaru. Menurut mitos setempat, kalau keluar dari pulau tersebut dengan membawa kayu dewandaru (misalnya sebagai souvenir), maka akan mengalami sial, misalnya saja kapal akan tenggelam. Teman saya yang pernah bekerja di Bandara tersebut pernah mengalami hal yang aneh. Waktu itu pesawat yang hendak berangkat menuju ke semarang tidak dapat hidup mesinnya. Akhirnya diperiksa seluruh bagasi dan di dapatkan di sana ada souvenir dari kayu dewandaru. Setelah itu entah apa yang terjadi karena teman saya belum tuntas bercerita. Hanya saja dugaan saya mesin pesawat terbang itu bisa hidup setelah barang dari kayu tersebut dikeluarkan dari pesawat. Namun meskipun apa yang terjadi, sebagai orang beriman kepada Tuhan yang Esa hendaknya kita tidak benar-benar meyakini mitos tersebut, karena bisa jadi itu Cuma kebetulan saja.



Postingan terkait :